
Metro — Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Lampung, Tondi Muammar Gaddafi Nasution, menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Aula Kantor Kelurahan Iringmulyo, Kota Metro, Sabtu (15/08/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Sosialisasi diikuti Pamong, ketua RT dan RW, serta masyarakat Kelurahan Iringmulyo.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Yahya Rachmat, SSTP, MH dan Aziz Mabrur, S.Sos., MH. Sementara itu, kegiatan turut dihadiri Lurah Iringmulyo, Yuliana Sari, S.Mn.
Dalam kegiatan tersebut, Tondi menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan, melainkan nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, penguatan ideologi Pancasila penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat di tengah berbagai perubahan dan tantangan zaman.
“Pancasila harus kita jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus benar-benar diterapkan, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Tondi.
Lebih lanjut, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung tersebut menjelaskan, semangat gotong royong, toleransi, musyawarah, kepedulian sosial, serta sikap saling menghormati merupakan bagian penting dari pengamalan Pancasila.
Menurut Tondi, masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, sosialisasi seperti ini tidak hanya menjadi ruang penyampaian materi, tetapi juga sarana membangun komunikasi dan memperkuat silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat.
“Wawasan kebangsaan mengajarkan kita untuk memahami bahwa kita berbeda-beda, tetapi tetap berada dalam satu kesatuan sebagai bangsa Indonesia. Perbedaan suku, agama, budaya maupun latar belakang jangan sampai menjadi alasan untuk terpecah,” ujarnya.
Selain itu, Tondi juga mengajak masyarakat Iringmulyo untuk terus menjaga kerukunan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu perpecahan. Terlebih di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang memungkinkan berbagai informasi menyebar dengan cepat.
“Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Kita harus bijak dalam menerima dan menyampaikan informasi. Persatuan harus menjadi kepentingan bersama,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Lurah Iringmulyo, Yuliana Sari, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan sangat penting bagi masyarakat, khususnya untuk terus menanamkan nilai persatuan dan kebersamaan di lingkungan kelurahan.
Ia berharap materi yang disampaikan para narasumber dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan semakin memperkuat hubungan antarmasyarakat di Kelurahan Iringmulyo.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi dapat diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata. Dengan demikian, nilai-nilai Pancasila dapat terus hidup dan membudaya di tengah masyarakat sebagai fondasi dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan keutuhan bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, para narasumber memberikan pemahaman mengenai pentingnya Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Wawasan kebangsaan juga dipandang penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Dalam konteks kehidupan di tingkat kelurahan, nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, menjaga keamanan dan ketertiban, menghormati perbedaan, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta membangun semangat gotong royong.

